Skip to main content

Candi Jago


Candi Jago terletak di Desa     : Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang

Bahan                                   : Batu andesit

Ukuran Bangunan                   : Tinggi                  : 10,6 m                                           

                                              Panjang               : 23 m                                              

                                              Lebar                   : 15 m Sejarah Candi                

Menurut kitab sastra kuno Negarakertagama (yaitu kitab yang dikarang oleh Mpu Prapanca, yang hidup pada jaman pemerintahan raja Hayam Wuruk), Candi Jago itu dulunya bernama candi Jajaghu. Oleh para ahli Purbakala candi Jago dinggap sebagai tempat untuk mengubur raja Singosari keempat yaitu raja Wisnuwardhana. Raja Wisnuwardhana ini meninggal dunia pada tahun 1268 M. sehingga diperkirakan bahwa Candi Jago dibangun pada tahun 1968 M.                 Bangunan candi Jago bentuknya berbeda dengan bentuk candi-candi di Jawa Timur pada umumnya, kalai candi-candi di Jawa Timur seperti candi Singosari, candi Badut, atau candi Jawi disusun langsing menjulang tinggi ke atas, candi Jago disusun berundak-undak makin kebelakang makin tinggi dan bagian yang paling suci terletak dibagian paling belakang. Bentuk bangunan seperti candi Jago ini mirip sekali dengan punden berundak dari masa prasejarah (saat belum dikenal tulisan). Relief – Reliefnya                 Karena raja Wisnuewardhana atau lebih terkenal dengan nama Ranggawusni itu agamanya dua, yaitu agama Siwa (Hindu) dan Budha, maka relief-reliefnya menggambarkan cerita-cerita dalam agama Hindu dan Budha.

 

  1. Relief-relief yang bersifat Budhistis dapa dibagi menjadi dua,

Yaitu :    1. Relief Tantri                 2. Relief Kunjakarna

  1. Relief Tantri

Cerita relief ini dibaca mulai dari sudut barat laut teras pertama. Salah satu relief yang sangat terkenal adalah cerita seekor burun bangau yang membawa terbang dau ekor kura-kura, dan di bawahnya ada serigala. Cerita ini menggambarkan/ mengibaratkan bahwa seseorang itu tidak boleh sombong karena bisa termakan oleh kesombongannya sendiri, yaitu seperti kura-kura yang karena sombong, kemudian jatuh ke bawah dan diamankan serigala.

  1. Relief Kunjakarna

Relief ini terdapat pada bingkai atas terus pertama dan lanjutannya di bagian bawah terus kedua. Relief ini menceritakan tentang perjalanan kunjarakarna waktu mengunjungi neraka. Kunjarakarna adalah raksasa yang ingin mempelajari gama Budha. Kemudian ia menghadap dewa Budha Wairocana. Sebelum memeluk agama Budha oleh sang Wairocana Kunjarakarna disuruh melihat neraka dahulu. Setelah tiba di neraka, kunjarakarna melihat siksaan-siksaan yang diderita oleh mahluk-mahluk berdosa. Kunjarakarna menjdai terkejut ketika melihat temannya yang bernama Purnawijaya juga akan disiksa. Jika telah mati, maka Kunjarakarna bergegas pulang untuk memberitahu temannya tersebut. Ia menasehati temanya supaya menghadap sang Wairocana untuk mohon ampun atas dosa-dosanya di dubia. Setelah menunjukkan bahwa  betul-betul bertobat, maka Purnawijaya diberi ampunan oleh sang Wairocana dan hanya dihukum selama 10 hari.   Relief yang bersifat Hinduistis

  1. Relief Parthayajna Arjunawiwaha
  2. Relief Kresnayana

 

  1. Relief Parthayajna dan Arjunawiwaha

-          Relief Parthayajna dipahatkan pada tubuh teras II, yang inti ceritanya mengisahkan tentang permainan dadu pandawa yang kalah dengan kurawa. Sebagai taruhannya pandawa harus meninggalkan kerajaan dan pergi ke hutan selama 15 tahun. Arjuna kemudian memisahkan diri dari saudara-saudaranya untuk bertapa ke gunung Indrakila. -          Sedangkan relief Arjunawiwaha dipahatkan pada bingkai teras ke III. Inti ceritanya mengkisahkan tentang perkawinan Arjunwiwaha dengan dewi Supraba. Dewi Supraba diserahkan kepada Arjuna untuk menjadi istrinya, karena Arjuna berhasil mengalahkan raksasa Niwatakawaca musuh dewa-dewa. Relief Kresnayana dipahatkan pada tubuh teras ke III. Relief ini menceritakan tentang peperangan Kresna dengan raksasa Kalayawana. Karena terdesak, Kresna bersembunyi di dalam gia. Di dalam goa itu bersembunyi seorang raja yang sedang tidur bernama Mucukanda. Kalayawana kemudian masuk Goa, menendang Muncukanda yang dikira Kresna. Mucukanda sanga marah dan dari matanya keluar api sehingga membakar tubuh Kalayawana.

Gambar Sphere

Gambar 3D